iyah kak,, aku kmrn ke euro management,, gmn kak kemaren diurusin sama euro? beres gx kak? ato bnyk gx bnernya? soalnya kmrn aku smpet denger info kalo di euro tuh biaya pengurusannya kemahalan,, kalo ngurus sendiri gx nyampe setengahnya.. menurut kakak gmn? worth it gx sh pake euro management? ato mending ngurus sendiri?
Aku pas SMA dulu ngeliat posternya EM (Euromanagement) di sekolahku. Lalu aku tanya tentang data kuliah kesana. Mereka abis itu langsung ngirim berbagai berkas tentang cara kuliah ke Jerman. Dan di belakangnya tentang biaya untuk mengurus kepergianku.
Saat itu aku memang gak tau sama sekali tentang kuliah kesini. Aku gak kenal seseorang yang ada disini, dan gak punya ide untuk mencari orang. Aku saat itu sama sekali gak bisa bahasa jerman. Dan sekarang aku ngerasa, waktu aku di EM dulu cukup menguras uang yang lebih daripada kalo ngurus sendiri. Aku juga jadi lebih repot pas aku di Jerman, karena aku tidak belajar mengurus data diri aku sendiri, tentang daftar kuliah dan sebagainya. Kami memang diberikan banyak jam tentang cara kuliah disini, dan hidup disini, budaya dsb. Pandanganku, "seseorang bisa karena biasa". Karena aku gak biasa mengurus perjalananku sendiri ke Jerman, jadinya pas aku kuliah kesini, jadi kalang kabut sendiri ketika harus mengurus berkas-berkasku sendiri.
Beberapa keuntungan bersama EM :
- belajar bahasa jermannya gak kerasa susah. karena ketemu banyak temen. tapi sebenernya kalo ikutan les intensiv goethe institut kayaknya sih bakal sama juga. Anak-anaknya juga asik-asik. Gurunya seru juga.
- gak repot. karena diurusin semuanya. Semuanya disini = dari nyari StudKol (Studienkolleg), Visa, ampe les Bahasa Jerman 3 bulan di Berlin
- diberikan pengertian tentang kuliah ke jerman, yah, persiapan buat kita lah yang blom pernah mengecap dunia Eropa
- untuk beberapa studkol bisa ujian di Jakarta. Pengujinya datang langsung dari Jerman. hmmmm, paling cuma 2-3 studkol doang sih. jadinya gak usah lagi repot2 ujian studkol disini.
Kerugiannya :
- Sebenernya semua tambahan (perkenalan tentang Jerman, cara hidup, budaya, dll) yang diberikan bisa dicari sendiri di Internet, atau tanya2 ke student yang disini (mereka pasti ramah-ramah dan dengan senang hati menjawab pertanyaan). Jadinya yah, cukup membuang duit lah.
- Buta tentang cara mendaftar sendiri, karena terbiasa dimanjain dengan adanya management. Contohnya ketika aku harus daftar kuliah. EM memang menunjukkan tentang semua2nya. Tapi aku sama sekali blom pernah praktek sendiri. Jadinya aku kebingungan nulis surat lah, cara menelepon mereka, dsb. Padahal yang namanya hidup disini itu benar-benar sendiri. Gak ada lagi yang nolongin ini dan itu.
- Visa yang didapat gak bisa gitu dipercaya disini. Kan ada tuh kertas ijo (Verpflichtungserklärung) yang diberikan Embassy Jerman di Jakarta, kertasnya itu selalu dipertanyakan sama tempat ngurus visa (Ausländerbehörde) disini. Katanya sih, karena kami saat itu berada dalam group yang besar, yang mau ke Jerman, makanya mereka gak gitu yakin memberikan bukti bahwa kami memang aman dalam masalah finansial. Pemerintahan Jerman hanya mau menerima orang-orang yang memang layak kuliah disini. Layak berarti tidak memiliki masalah (tidak miskin, tidak untuk bekerja dan menuh2in Jerman, namun untuk turut membangun Jerman)
- Pilihan studkol yang diberikan dikit banget, dan biasanya dari Jerman timur. Yang menurut aku sangat tidak nyaman (liat sejarah jerman tentang jerman timur). Padahal masih ada banyak studkol dari penjuru Jerman yang bisa didaftar. Dan saat itu aku harus menandatangani bahwa aku gak bakal pindah ke studkol manapun. Aku lulus ujian masuk studkol di Halle, saat itu aku melakukannya di Jakarta. Yah, gak apa-apa sih. Tapi kalo kamu ngeliat kotanya, Hmmmmm, gak nyaman banget deh.
nah, kalo ngurus sendiri:
keuntungannya:
- belajar mandiri, semenjak masih ada di Indonesia. Mandiri disini memiliki arti yang kompleks. Artinya cari Studkol sendiri : telpon, ngirim email, berhubungan langsung. Kalo memang masih blom bisa bahasa Jerman, bahasa Inggris aja! Kalo ada pertanyaan, langsung tanya mereka. Urus penerbangan sendiri. Urus Visa sendiri, liat website mereka. Kalo ada pertanyaan, tanya mereka.
- Cari info LANGSUNG dari organisasi yang dituju, entah Studkol, Visa, tempat les, dll. supaya info yang didapat akurat dan benar.
- Lebih murah daripada diurusin sebuah Management.
- Bisa lebih bervariasi jenis visa yang didapat.
Kelemahannya :
- repot. Karena sistem Jerman itu beda banget dari sistem yang kita tahu dari sini. Sebenernya sangat gampang, tapi karena gak terbiasa sama sistem itulah, jadinya repot.
- masih meraba-raba, dan kadang gak yakin kalo sebenernya segala sesuatu berjalan baik
Nah Dev, aku jujur kurang puas dengan EM. Tapi itu adalah hal yang normal. Karena itu seperti membeli baju. kadang baju yang kebeli ternyata warnanya terlalu gelap untuk kulit kita. Tapi yah, cukup bagus untuk dipakai. Aku yakin EM telah berusaha terbaik untuk menyenangkan kami, tapi juga untuk menyenangkan diri mereka sendiri. Bagiku itu gak masalah. Dan walaupun ada uang yang keluar, yang melebihi dari yang seharusnya (aku sangat menyayangkan uangnya), tidak ada yang perlu disesali. Karena aku saat itu telah memilih untuk memakai EM.
Sekarang semuanya itu pilihanmu sendiri. Kamu mau ngurus sendiri, atau ikutan EM. Kalau kamu sudah memilih, jangan menyesal, cari sisi positif dari setiap pilihanmu.. :)
Semoga aku udah ngejawab pertanyaanmu dengan baik.
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen