Freitag, 28. Januar 2011

menjawab pertanyaan devira - bag. 2

Devira asked,
Wah,, kakak bneran jadi mandiri bgt donk disana? hehe..
Kakak disana tinggal dmn? d asrama? ato sewa kayak kost" an gitu kak? 

Iya dev. Tapi namanya mandirinya benar-benar bertahap banget. :)
Pas awal aku bener-bener rindu keluarga aku banget. 3 bulan pertama aku ada di jerman aku sering banget nangis sendiri. Untungnya sebulan pertama aku tinggal bareng teman-teman Indonesia, jadinya masih ada teman ngobrol.

Lalu aku kebingungan tentang ngurusin diri sendiri. Karena pas di Indo, selalu ada mama yang masak. Kalau gak ada mama, ada mbak. Aku bingung dengan makanan yang ada di supermarket. Sama sekali gak kenal. Cuma tahu yang namanya coklat, dan makanan yang manis-manis. Lambat tapi pasti, berat badanku naik setiap bulannya 1 kg. Hingga 10 bulan ada disini, aku udah kayak balon banget. Setelah 1,5 tahun disini aku baru bisa masak dengan benar dan enak, juga teratur.
Dulu rumah pasti selalu rapi karena Mbak selalu siap sedia. Pas awal-awal aku stress banget, karena gak biasa rapihin barang.
Semua dikerjain sendiri. Gak ada mas Laundry yang bisa ditelpon, yang jemput antar kain kita. disini pake mesin cuci, yang pilihannya beragam dan membingungkan. Tapi, yah, asal pencet aja deh, yang penting kecuci.. :D
Dan lain sebagainya, yang benar-benar bikin aku mandiri.. :)

Aku sekarang tinggal di kamar dari Studentenwerk. Studentenwerk = Office of Students Activities. Jadinya aku tinggal satu lantai dengan 14 mahasiswa lainnya. Kami share dapur, tapi tiap kamar punya kamar mandi sendiri.

Disini kami bilang Wohnung = tempat tinggal. Rumah itu kalau bentuknya rumah. Wohnung bisa berbagai macam bentuknya. Yang aku tempatin ini juga disebut Wohnung. Wohnung yang dari Studentenwerk harganya lebih murah dari Wohnung privat yang kamu cari sendiri disini. Bentuknya kayak kos-kosan gitu, dengan standar Jerman.

tentang bagaimana aku pergi ke Jerman (menjawab pertanyaan devira) bag. 1

Menjawab pertanyaannya Devira nih..

iyah kak,, aku kmrn ke euro management,, gmn kak kemaren diurusin sama euro? beres gx kak? ato bnyk gx bnernya? soalnya kmrn aku smpet denger info kalo di euro tuh biaya pengurusannya kemahalan,, kalo ngurus sendiri gx nyampe setengahnya.. menurut kakak gmn? worth it gx sh pake euro management? ato mending ngurus sendiri?

Aku pas SMA dulu ngeliat posternya EM (Euromanagement) di sekolahku. Lalu aku tanya tentang data kuliah kesana. Mereka abis itu langsung ngirim berbagai berkas tentang cara kuliah ke Jerman. Dan di belakangnya tentang biaya untuk mengurus kepergianku.
Saat itu aku memang gak tau sama sekali tentang kuliah kesini. Aku gak kenal seseorang yang ada disini, dan gak punya ide untuk mencari orang. Aku saat itu sama sekali gak bisa bahasa jerman. Dan sekarang aku ngerasa, waktu aku di EM dulu cukup menguras uang yang lebih daripada kalo ngurus sendiri. Aku juga jadi lebih repot pas aku di Jerman, karena aku tidak belajar mengurus data diri aku sendiri, tentang daftar kuliah dan sebagainya. Kami memang diberikan banyak jam tentang cara kuliah disini, dan hidup disini, budaya dsb. Pandanganku, "seseorang bisa karena biasa". Karena aku gak biasa mengurus perjalananku sendiri ke Jerman, jadinya pas aku kuliah kesini, jadi kalang kabut sendiri ketika harus mengurus berkas-berkasku sendiri.

Beberapa keuntungan bersama EM :

  • belajar bahasa jermannya gak kerasa susah. karena ketemu banyak temen. tapi sebenernya kalo ikutan les intensiv goethe institut kayaknya sih bakal sama juga. Anak-anaknya juga asik-asik. Gurunya seru juga.
  • gak repot. karena diurusin semuanya. Semuanya disini = dari nyari StudKol (Studienkolleg), Visa, ampe les Bahasa Jerman 3 bulan di Berlin
  • diberikan pengertian tentang kuliah ke jerman, yah, persiapan buat kita lah yang blom pernah mengecap dunia Eropa
  • untuk beberapa studkol bisa ujian di Jakarta. Pengujinya datang langsung dari Jerman. hmmmm, paling cuma 2-3 studkol doang sih. jadinya gak usah lagi repot2 ujian studkol disini.

Kerugiannya :
  • Sebenernya semua tambahan (perkenalan tentang Jerman, cara hidup, budaya, dll) yang diberikan bisa dicari sendiri di Internet, atau tanya2 ke student yang disini (mereka pasti ramah-ramah dan dengan senang hati menjawab pertanyaan). Jadinya yah, cukup membuang duit lah.
  • Buta tentang cara mendaftar sendiri, karena terbiasa dimanjain dengan adanya management. Contohnya ketika aku harus daftar kuliah. EM memang menunjukkan tentang semua2nya. Tapi aku sama sekali blom pernah praktek sendiri. Jadinya aku kebingungan nulis surat lah, cara menelepon mereka, dsb. Padahal yang namanya hidup disini itu benar-benar sendiri. Gak ada lagi yang nolongin ini dan itu.
  • Visa yang didapat gak bisa gitu dipercaya disini. Kan ada tuh kertas ijo (Verpflichtungserklärung) yang diberikan Embassy Jerman di Jakarta, kertasnya itu selalu dipertanyakan sama tempat ngurus visa (Ausländerbehörde) disini. Katanya sih, karena kami saat itu berada dalam group yang besar, yang mau ke Jerman, makanya mereka gak gitu yakin memberikan bukti bahwa kami memang aman dalam masalah finansial. Pemerintahan Jerman hanya mau menerima orang-orang yang memang layak kuliah disini. Layak berarti tidak memiliki masalah (tidak miskin, tidak untuk bekerja dan menuh2in Jerman, namun untuk turut membangun Jerman)
  • Pilihan studkol yang diberikan dikit banget, dan biasanya dari Jerman timur. Yang menurut aku sangat tidak nyaman (liat sejarah jerman tentang jerman timur). Padahal masih ada banyak studkol dari penjuru Jerman yang bisa didaftar. Dan saat itu aku harus menandatangani bahwa aku gak bakal pindah ke studkol manapun. Aku lulus ujian masuk studkol di Halle, saat itu aku melakukannya di Jakarta. Yah, gak apa-apa sih. Tapi kalo kamu ngeliat kotanya, Hmmmmm, gak nyaman banget deh.


nah, kalo ngurus sendiri:

keuntungannya:

  • belajar mandiri, semenjak masih ada di Indonesia. Mandiri disini memiliki arti yang kompleks. Artinya cari Studkol sendiri : telpon, ngirim email, berhubungan langsung. Kalo memang masih blom bisa bahasa Jerman, bahasa Inggris aja! Kalo ada pertanyaan, langsung tanya mereka. Urus penerbangan sendiri. Urus Visa sendiri, liat website mereka. Kalo ada pertanyaan, tanya mereka.
  • Cari info LANGSUNG dari organisasi yang dituju, entah Studkol, Visa, tempat les, dll. supaya info yang didapat akurat dan benar.
  • Lebih murah daripada diurusin sebuah Management.
  • Bisa lebih bervariasi jenis visa yang didapat.

Kelemahannya :

  • repot. Karena sistem Jerman itu beda banget dari sistem yang kita tahu dari sini. Sebenernya sangat gampang, tapi karena gak terbiasa sama sistem itulah, jadinya repot. 
  • masih meraba-raba, dan kadang gak yakin kalo sebenernya segala sesuatu berjalan baik

Nah Dev, aku jujur kurang puas dengan EM. Tapi itu adalah hal yang normal. Karena itu seperti membeli baju. kadang baju yang kebeli ternyata warnanya terlalu gelap untuk kulit kita. Tapi yah, cukup bagus untuk dipakai. Aku yakin EM telah berusaha terbaik untuk menyenangkan kami, tapi juga untuk menyenangkan diri mereka sendiri. Bagiku itu gak masalah. Dan walaupun ada uang yang keluar, yang melebihi dari yang seharusnya (aku sangat menyayangkan uangnya), tidak ada yang perlu disesali. Karena aku saat itu telah memilih untuk memakai EM.

Sekarang semuanya itu pilihanmu sendiri. Kamu mau ngurus sendiri, atau ikutan EM. Kalau kamu sudah memilih, jangan menyesal, cari sisi positif dari setiap pilihanmu.. :)

Semoga aku udah ngejawab pertanyaanmu dengan baik. 

Freitag, 21. Januar 2011

my first Blog.. yipiiiii..!!!

Hello, para penggemar!! (hahahaha, sok okei banget ya?) :D

Ini pertama kalinya aku membuat blog. gak tau deh, apakah blog ini bakal aku pakai di hari mendatang, atau cuma iseng doang ngebuat-buat blog. :)
Terinspirasi karena ingin membuat blog tentang kuliah ke jerman, dan perjalananku ada di jerman. karena setelah sekian lama disini, semakin banyak orang yang menanyakanku bagaimana bisa kuliah di jerman. kalo sekali-sekali sih oke lah menjawab hal yang sama. tapi kalau ampe menulis hal yang sama ke 6 orang yang berbeda, lama-lama males juga deh.. hehehehehe..
Nah, jadinya supaya menghemat waktu dan tenaga, aku memiliki ide untuk membuat blog ini.

Let's see, how i do this ;)

love,
Dina