Aku takut Tuhan.. Aku takut berbuat salah lagi..
Aku takut jatuh, dan sakit.. Aku takut, aku merasakan perih itu, Tuhan..
Aku manusia, yang begitu menyayangi diriku sendiri. Dan aku tahu situasi yang bagaimana yang akan aku hadapi bila aku membuat suatu keputusan.. tapi dengan diriku yang tidak lagi seperti anak-anak, yang dulu mampu dengan spontannya melakukan segala sesuatu, dan juga spontan dalam menghadapi segala sesuatu. saat itu aku tidak perlu capai memikirkan masa depan.. aku hanya hidup untuk saat itu.. tapi saat ini aku begitu sibuk dengan yang namanya menjaga privasi dan keamanan diriku.. aku takut memilih.. aku bingung memilih, aku sendiri, dan aku dituntut untuk menjadi tepat.. tapi dengan diriku yang aku pikir masih belum dewasa ini, aku selalu kebingungan "MEMILIH".. bahkan untuk tahu apa yang sebaiknya aku makan dan tidak makan saja aku sering bingung..
Yang aku tahu apa yang ingin aku lakukan, yakni untuk memuliakan namaMu.. tapi aku juga sering lupa akan hal ini, karena egoisme dan nafsuku serta lingkungan sosial dan familiarku.. di dalam otakku tercampur semua pikiran, dari nafsu untuk berhasil, singkatnya daya ingatku, teman-teman yang tampaknya jenius semua, keinginan membanggakan keluarga, keinginan memiliki cinta, kangen yang mendalam pada negara sendiri, nafsu mengenal dunia.. Ah!!! dari kalimatku sendiri saja aku mampu menilai, bahwa aku tidak memasukkan namaMu dalam otakku..
Tuhan, aku takut.. Aku takut aku salah dan sakit lagi..
Sama seperti doaku 3 tahun yang lalu.. Aku memohon kebijaksanaan..
ditambah dengan ini ya Bapa, ingatkan aku selalu akan cintaMu, ingatkan aku bahwa aku memilikiMu, tempat sandaran terbaik..
i am a hero
Montag, 23. Mai 2011
Dienstag, 1. März 2011
perpustakaan di jerman
sekarang aku cuma mau cerita tentang fasilitas yang begitu baiknya di jerman ini : PERPUSTAKAAN..
minggu lalu aku berkunjung ke perpustakaan kota. keren banget!!! disana ada berbagai jernis buku yang bsia dipinjam, pada umumnya adalah buku bacaan biasa. bukan buku pelajaran, atau literatur2 tingkat terlalu tinggi. yang pasti adalah literatur dari segala macam pengarang. tapi buku2 bacaan ringan juga banyak sekali. disana bahkan ada banyak CD lagu, DVD, VCD, CD-CD buku (jadinya bukunya bisa langsung didenger). perpustakaannya sendiri difasilitasi oleh internet.
sekarang aku ada di perpustakaan universitas. gede banget perpusnya. bukunya lengkap. dan bisa minjem buku pelajaran disini. jadinya aku gak perlu beli buku kedokteran yang begitu mahal harganya. cuma perlu tau triknya, sebelum semester dimulai, aku harus jadi peminjam buku pertama. setiap buku bisa dipinjem selama sebulan, dan boleh diperpanjang 6 kali.. disini juga difasilitasi internet. di perpustakaan mahasiswa juga boleh belajar. malah itu menjadi tujuan utama mahasiswa datang kesini, untuk belajar. karena jam bukanya yang keren, perpustakaan ini biasanya selalu penuh dengan mahasiswa yang sedang belajar..
nah, gimana tentang penjelasan perpustakaannya? menarik bukan?
aku bermimpi, suatu saat indonesia juga menyediakan fasilitas membaca yang sangat baik seperti disini.. :)
minggu lalu aku berkunjung ke perpustakaan kota. keren banget!!! disana ada berbagai jernis buku yang bsia dipinjam, pada umumnya adalah buku bacaan biasa. bukan buku pelajaran, atau literatur2 tingkat terlalu tinggi. yang pasti adalah literatur dari segala macam pengarang. tapi buku2 bacaan ringan juga banyak sekali. disana bahkan ada banyak CD lagu, DVD, VCD, CD-CD buku (jadinya bukunya bisa langsung didenger). perpustakaannya sendiri difasilitasi oleh internet.
sekarang aku ada di perpustakaan universitas. gede banget perpusnya. bukunya lengkap. dan bisa minjem buku pelajaran disini. jadinya aku gak perlu beli buku kedokteran yang begitu mahal harganya. cuma perlu tau triknya, sebelum semester dimulai, aku harus jadi peminjam buku pertama. setiap buku bisa dipinjem selama sebulan, dan boleh diperpanjang 6 kali.. disini juga difasilitasi internet. di perpustakaan mahasiswa juga boleh belajar. malah itu menjadi tujuan utama mahasiswa datang kesini, untuk belajar. karena jam bukanya yang keren, perpustakaan ini biasanya selalu penuh dengan mahasiswa yang sedang belajar..
nah, gimana tentang penjelasan perpustakaannya? menarik bukan?
aku bermimpi, suatu saat indonesia juga menyediakan fasilitas membaca yang sangat baik seperti disini.. :)
Freitag, 28. Januar 2011
menjawab pertanyaan devira - bag. 2
Devira asked,
Iya dev. Tapi namanya mandirinya benar-benar bertahap banget. :)
Pas awal aku bener-bener rindu keluarga aku banget. 3 bulan pertama aku ada di jerman aku sering banget nangis sendiri. Untungnya sebulan pertama aku tinggal bareng teman-teman Indonesia, jadinya masih ada teman ngobrol.
Lalu aku kebingungan tentang ngurusin diri sendiri. Karena pas di Indo, selalu ada mama yang masak. Kalau gak ada mama, ada mbak. Aku bingung dengan makanan yang ada di supermarket. Sama sekali gak kenal. Cuma tahu yang namanya coklat, dan makanan yang manis-manis. Lambat tapi pasti, berat badanku naik setiap bulannya 1 kg. Hingga 10 bulan ada disini, aku udah kayak balon banget. Setelah 1,5 tahun disini aku baru bisa masak dengan benar dan enak, juga teratur.
Dulu rumah pasti selalu rapi karena Mbak selalu siap sedia. Pas awal-awal aku stress banget, karena gak biasa rapihin barang.
Semua dikerjain sendiri. Gak ada mas Laundry yang bisa ditelpon, yang jemput antar kain kita. disini pake mesin cuci, yang pilihannya beragam dan membingungkan. Tapi, yah, asal pencet aja deh, yang penting kecuci.. :D
Dan lain sebagainya, yang benar-benar bikin aku mandiri.. :)
Aku sekarang tinggal di kamar dari Studentenwerk. Studentenwerk = Office of Students Activities. Jadinya aku tinggal satu lantai dengan 14 mahasiswa lainnya. Kami share dapur, tapi tiap kamar punya kamar mandi sendiri.
Disini kami bilang Wohnung = tempat tinggal. Rumah itu kalau bentuknya rumah. Wohnung bisa berbagai macam bentuknya. Yang aku tempatin ini juga disebut Wohnung. Wohnung yang dari Studentenwerk harganya lebih murah dari Wohnung privat yang kamu cari sendiri disini. Bentuknya kayak kos-kosan gitu, dengan standar Jerman.
Wah,, kakak bneran jadi mandiri bgt donk disana? hehe..
Kakak disana tinggal dmn? d asrama? ato sewa kayak kost" an gitu kak?
Iya dev. Tapi namanya mandirinya benar-benar bertahap banget. :)
Pas awal aku bener-bener rindu keluarga aku banget. 3 bulan pertama aku ada di jerman aku sering banget nangis sendiri. Untungnya sebulan pertama aku tinggal bareng teman-teman Indonesia, jadinya masih ada teman ngobrol.
Lalu aku kebingungan tentang ngurusin diri sendiri. Karena pas di Indo, selalu ada mama yang masak. Kalau gak ada mama, ada mbak. Aku bingung dengan makanan yang ada di supermarket. Sama sekali gak kenal. Cuma tahu yang namanya coklat, dan makanan yang manis-manis. Lambat tapi pasti, berat badanku naik setiap bulannya 1 kg. Hingga 10 bulan ada disini, aku udah kayak balon banget. Setelah 1,5 tahun disini aku baru bisa masak dengan benar dan enak, juga teratur.
Dulu rumah pasti selalu rapi karena Mbak selalu siap sedia. Pas awal-awal aku stress banget, karena gak biasa rapihin barang.
Semua dikerjain sendiri. Gak ada mas Laundry yang bisa ditelpon, yang jemput antar kain kita. disini pake mesin cuci, yang pilihannya beragam dan membingungkan. Tapi, yah, asal pencet aja deh, yang penting kecuci.. :D
Dan lain sebagainya, yang benar-benar bikin aku mandiri.. :)
Aku sekarang tinggal di kamar dari Studentenwerk. Studentenwerk = Office of Students Activities. Jadinya aku tinggal satu lantai dengan 14 mahasiswa lainnya. Kami share dapur, tapi tiap kamar punya kamar mandi sendiri.
Disini kami bilang Wohnung = tempat tinggal. Rumah itu kalau bentuknya rumah. Wohnung bisa berbagai macam bentuknya. Yang aku tempatin ini juga disebut Wohnung. Wohnung yang dari Studentenwerk harganya lebih murah dari Wohnung privat yang kamu cari sendiri disini. Bentuknya kayak kos-kosan gitu, dengan standar Jerman.
tentang bagaimana aku pergi ke Jerman (menjawab pertanyaan devira) bag. 1
Menjawab pertanyaannya Devira nih..
Aku pas SMA dulu ngeliat posternya EM (Euromanagement) di sekolahku. Lalu aku tanya tentang data kuliah kesana. Mereka abis itu langsung ngirim berbagai berkas tentang cara kuliah ke Jerman. Dan di belakangnya tentang biaya untuk mengurus kepergianku.
Saat itu aku memang gak tau sama sekali tentang kuliah kesini. Aku gak kenal seseorang yang ada disini, dan gak punya ide untuk mencari orang. Aku saat itu sama sekali gak bisa bahasa jerman. Dan sekarang aku ngerasa, waktu aku di EM dulu cukup menguras uang yang lebih daripada kalo ngurus sendiri. Aku juga jadi lebih repot pas aku di Jerman, karena aku tidak belajar mengurus data diri aku sendiri, tentang daftar kuliah dan sebagainya. Kami memang diberikan banyak jam tentang cara kuliah disini, dan hidup disini, budaya dsb. Pandanganku, "seseorang bisa karena biasa". Karena aku gak biasa mengurus perjalananku sendiri ke Jerman, jadinya pas aku kuliah kesini, jadi kalang kabut sendiri ketika harus mengurus berkas-berkasku sendiri.
Beberapa keuntungan bersama EM :
nah, kalo ngurus sendiri:
keuntungannya:
Kelemahannya :
iyah kak,, aku kmrn ke euro management,, gmn kak kemaren diurusin sama euro? beres gx kak? ato bnyk gx bnernya? soalnya kmrn aku smpet denger info kalo di euro tuh biaya pengurusannya kemahalan,, kalo ngurus sendiri gx nyampe setengahnya.. menurut kakak gmn? worth it gx sh pake euro management? ato mending ngurus sendiri?
Aku pas SMA dulu ngeliat posternya EM (Euromanagement) di sekolahku. Lalu aku tanya tentang data kuliah kesana. Mereka abis itu langsung ngirim berbagai berkas tentang cara kuliah ke Jerman. Dan di belakangnya tentang biaya untuk mengurus kepergianku.
Saat itu aku memang gak tau sama sekali tentang kuliah kesini. Aku gak kenal seseorang yang ada disini, dan gak punya ide untuk mencari orang. Aku saat itu sama sekali gak bisa bahasa jerman. Dan sekarang aku ngerasa, waktu aku di EM dulu cukup menguras uang yang lebih daripada kalo ngurus sendiri. Aku juga jadi lebih repot pas aku di Jerman, karena aku tidak belajar mengurus data diri aku sendiri, tentang daftar kuliah dan sebagainya. Kami memang diberikan banyak jam tentang cara kuliah disini, dan hidup disini, budaya dsb. Pandanganku, "seseorang bisa karena biasa". Karena aku gak biasa mengurus perjalananku sendiri ke Jerman, jadinya pas aku kuliah kesini, jadi kalang kabut sendiri ketika harus mengurus berkas-berkasku sendiri.
Beberapa keuntungan bersama EM :
- belajar bahasa jermannya gak kerasa susah. karena ketemu banyak temen. tapi sebenernya kalo ikutan les intensiv goethe institut kayaknya sih bakal sama juga. Anak-anaknya juga asik-asik. Gurunya seru juga.
- gak repot. karena diurusin semuanya. Semuanya disini = dari nyari StudKol (Studienkolleg), Visa, ampe les Bahasa Jerman 3 bulan di Berlin
- diberikan pengertian tentang kuliah ke jerman, yah, persiapan buat kita lah yang blom pernah mengecap dunia Eropa
- untuk beberapa studkol bisa ujian di Jakarta. Pengujinya datang langsung dari Jerman. hmmmm, paling cuma 2-3 studkol doang sih. jadinya gak usah lagi repot2 ujian studkol disini.
Kerugiannya :
- Sebenernya semua tambahan (perkenalan tentang Jerman, cara hidup, budaya, dll) yang diberikan bisa dicari sendiri di Internet, atau tanya2 ke student yang disini (mereka pasti ramah-ramah dan dengan senang hati menjawab pertanyaan). Jadinya yah, cukup membuang duit lah.
- Buta tentang cara mendaftar sendiri, karena terbiasa dimanjain dengan adanya management. Contohnya ketika aku harus daftar kuliah. EM memang menunjukkan tentang semua2nya. Tapi aku sama sekali blom pernah praktek sendiri. Jadinya aku kebingungan nulis surat lah, cara menelepon mereka, dsb. Padahal yang namanya hidup disini itu benar-benar sendiri. Gak ada lagi yang nolongin ini dan itu.
- Visa yang didapat gak bisa gitu dipercaya disini. Kan ada tuh kertas ijo (Verpflichtungserklärung) yang diberikan Embassy Jerman di Jakarta, kertasnya itu selalu dipertanyakan sama tempat ngurus visa (Ausländerbehörde) disini. Katanya sih, karena kami saat itu berada dalam group yang besar, yang mau ke Jerman, makanya mereka gak gitu yakin memberikan bukti bahwa kami memang aman dalam masalah finansial. Pemerintahan Jerman hanya mau menerima orang-orang yang memang layak kuliah disini. Layak berarti tidak memiliki masalah (tidak miskin, tidak untuk bekerja dan menuh2in Jerman, namun untuk turut membangun Jerman)
- Pilihan studkol yang diberikan dikit banget, dan biasanya dari Jerman timur. Yang menurut aku sangat tidak nyaman (liat sejarah jerman tentang jerman timur). Padahal masih ada banyak studkol dari penjuru Jerman yang bisa didaftar. Dan saat itu aku harus menandatangani bahwa aku gak bakal pindah ke studkol manapun. Aku lulus ujian masuk studkol di Halle, saat itu aku melakukannya di Jakarta. Yah, gak apa-apa sih. Tapi kalo kamu ngeliat kotanya, Hmmmmm, gak nyaman banget deh.
nah, kalo ngurus sendiri:
keuntungannya:
- belajar mandiri, semenjak masih ada di Indonesia. Mandiri disini memiliki arti yang kompleks. Artinya cari Studkol sendiri : telpon, ngirim email, berhubungan langsung. Kalo memang masih blom bisa bahasa Jerman, bahasa Inggris aja! Kalo ada pertanyaan, langsung tanya mereka. Urus penerbangan sendiri. Urus Visa sendiri, liat website mereka. Kalo ada pertanyaan, tanya mereka.
- Cari info LANGSUNG dari organisasi yang dituju, entah Studkol, Visa, tempat les, dll. supaya info yang didapat akurat dan benar.
- Lebih murah daripada diurusin sebuah Management.
- Bisa lebih bervariasi jenis visa yang didapat.
Kelemahannya :
- repot. Karena sistem Jerman itu beda banget dari sistem yang kita tahu dari sini. Sebenernya sangat gampang, tapi karena gak terbiasa sama sistem itulah, jadinya repot.
- masih meraba-raba, dan kadang gak yakin kalo sebenernya segala sesuatu berjalan baik
Nah Dev, aku jujur kurang puas dengan EM. Tapi itu adalah hal yang normal. Karena itu seperti membeli baju. kadang baju yang kebeli ternyata warnanya terlalu gelap untuk kulit kita. Tapi yah, cukup bagus untuk dipakai. Aku yakin EM telah berusaha terbaik untuk menyenangkan kami, tapi juga untuk menyenangkan diri mereka sendiri. Bagiku itu gak masalah. Dan walaupun ada uang yang keluar, yang melebihi dari yang seharusnya (aku sangat menyayangkan uangnya), tidak ada yang perlu disesali. Karena aku saat itu telah memilih untuk memakai EM.
Sekarang semuanya itu pilihanmu sendiri. Kamu mau ngurus sendiri, atau ikutan EM. Kalau kamu sudah memilih, jangan menyesal, cari sisi positif dari setiap pilihanmu.. :)
Semoga aku udah ngejawab pertanyaanmu dengan baik.
Freitag, 21. Januar 2011
my first Blog.. yipiiiii..!!!
Hello, para penggemar!! (hahahaha, sok okei banget ya?) :D
Ini pertama kalinya aku membuat blog. gak tau deh, apakah blog ini bakal aku pakai di hari mendatang, atau cuma iseng doang ngebuat-buat blog. :)
Terinspirasi karena ingin membuat blog tentang kuliah ke jerman, dan perjalananku ada di jerman. karena setelah sekian lama disini, semakin banyak orang yang menanyakanku bagaimana bisa kuliah di jerman. kalo sekali-sekali sih oke lah menjawab hal yang sama. tapi kalau ampe menulis hal yang sama ke 6 orang yang berbeda, lama-lama males juga deh.. hehehehehe..
Nah, jadinya supaya menghemat waktu dan tenaga, aku memiliki ide untuk membuat blog ini.
Let's see, how i do this ;)
love,
Dina
Ini pertama kalinya aku membuat blog. gak tau deh, apakah blog ini bakal aku pakai di hari mendatang, atau cuma iseng doang ngebuat-buat blog. :)
Terinspirasi karena ingin membuat blog tentang kuliah ke jerman, dan perjalananku ada di jerman. karena setelah sekian lama disini, semakin banyak orang yang menanyakanku bagaimana bisa kuliah di jerman. kalo sekali-sekali sih oke lah menjawab hal yang sama. tapi kalau ampe menulis hal yang sama ke 6 orang yang berbeda, lama-lama males juga deh.. hehehehehe..
Nah, jadinya supaya menghemat waktu dan tenaga, aku memiliki ide untuk membuat blog ini.
Let's see, how i do this ;)
love,
Dina
Abonnieren
Kommentare (Atom)